Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Beberapa jenis Buah,Sayuran dan Rempah-rempah yang bisa anda jadikan pilihan.Dimana makanan tersebut tentunya mengandung Vitamin A,C,E, zat besi dan selenium yang di perlukan tubuh dan kulit.
Buah Jeruk, Sibulat berwarna Oranye ini dapat menemani anda saat makan siang.Ganti air mineral atau soft drink yank biasa anda pesan dengan jus jeruk.Hindari pemanis atau gula.Akan lebih baik jika di minum murni.Kaya akan Vitamin E yang baik untuk mencernakan kulit.
Buah Alpukat, Buah ini seperti buah Jeruk yang mengandung banyak Vitamin E yang cocok untuk kulit.Dapat di konsumsi secara langsung ataupun di jus.Minyaknya sering digunakan sebagai bahan dasar sabun untuk tubuh dan wajah yang dapat digunakan untuk bayi hingga orang dewasa.
Buah Aprikot, cocok untuk kulit kering dan kusam.Sebelum tidur manjakan diri anda dengan plain milk yang di camppur dengan buah aprikot.
Untuk Kulit Kering dan Sensitif, Buah stowbery bisa menjadi pilihan.Buah ini mengandung anti oksidan yamg brmanfat bagi tubuh untuk menjaga kesehatan kulit.
Mulailah Mencintai Sayur-sayuran seperti Wortel selain baik untuk mata juga baik untuk kulit anda.
Sejarah makanan tradisional Kotagede cukup panjang. Dalam kitab Centini disebutkan makanan yang disebut kupo, yang sekarang disebut sebagai kipo. Juga dalam buku karangan De Graaf disebutkan makanan khas tradisional yang biasa disajikan bagi para tamu. Dari sejarah lisan juga diwartakan bagaimana ada makanan dari ketan yang tahan berbulan-bulan sehingga dapat dijadikan bekal pasukan Pangeran Diponegoro, yaitu makanan yang sekarang kita kenal dengan nama yangko Dari sejarah lisan pula diketahui bahwa Panembahan Senopati ternyata menyukai jenis makanan tertenu yang sekarang sering dijadikan bancaan aatu sesaji waktu ada orang midang atau tirakat di sekitar Makam Panembahan Senopati..
Sekarang kita mengenal ada makanan tradisional yang semula dibuat dan disajikan dalam kaitan upacara penting di zaman kerajaan Mataram dulu, kemudian dilestarikan oleh masyarakat. Ini menyangkut makanan tradisional yang masuk dalam kategori daharan atau makan besar, berupa aneka macam nasi, sayur dan lauknya. Misalnya berupa aneka macam bancakan dan kenduri yang kemudian dimodifikasi. Juga menyangkut makanan tradisional yang masuk dalam kategori panganan atau makanan kecil, berupa pernik-pernik penganan yang lezat yang khas Kotagede. Pada zaman-zaman berikutnya, masyarakat sendiri kemudian berkreasi menciptakan makanan tradisional khas, biasanya dengan bahan baku lokal yang banyak ditemukan. Ketika zaman dahulu di Kotagede masih banyak kolam ikan untuk memelihara gurami maka ada masakan gurami yang dijadikan andalan untuk menjamu tamu saat perhelatan pengantin,
Untuk makanan kecil tradisional, biasanya mempergunakan bahan baku ketan atau tepung ketan, beras atau tepung beras, ketela, jagung, tepung pohon aren dan umbi-umbian. Maka di Kotagede kemudian dikenal makanan kecil tradisional bernama legomoro, yangko, kipo, ledre intip, wajik klethik, gandhos, jenang nangka, bikan, welha, model, telo bajingan, jenang jagung tempe, lima macam gethuk, empat macam thiwul, ongol-ongol, osak-asik, banjar, ukel, kembang waru, peyek bayem dan semacamnya. Sebagai pelengkap, masih ada minuman khas Kotagede yaitu, wedan secang, setup jambu yang biasa keluar pada malam bulan puasa untuk jaburan, rujak ceplus, semelak, wedang bajigur, kunir asem dan wedang jahe gula Jawa.
Makanan tersebut ada yang berumur pendek, ada yang cukup awet sehingga dapat dijadikan oleh-oleh. Dan di Kotagede ada semacam sentra-senrra pembuat makanan khas tersebut. Biasanya pembuatnya sudah merupakan keturunan yang keberapa dari para perintisnya. Ini yang kemudian dicatat sebagai potensi makanan tradisional yang perlu terus dilestarikan karena disamping rasanya lezat, bahan baku mudah didapat, juga sehat dan bergizi tinggi. Apalagi kalau makanan dan minuman itu dimasak secara alami, tanpa vetsin atau moto, tanpa zat pemekar dan tanpa pemanis serta pewarna buatan dari zat kimia yang cenderung merugikan kesehatan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar